Twitter
RSS

WELCOME

Your PTC

PersianPTC.com

BANGSA DAN BAHASA ARAB

0
Tak perduli ras dan bahasa, menurut para sarjana dalam
segala bidang, penghuni jazirah Arab dinamakan bangsa Arab;
baik yang nomadic maupun yang sedentary. Para historicus
mencatat, sebagai hasil riset mereka, bahwa penghuni di
jazirah Arab ini dari zaman ke zaman disusul oleh
gelombang-gelombang anak suku, yang akhirnya melahirkan tiga
kelompok besar bangsa Arab, yaitu:

(1) "ARAB ARIBA" atau "BADIA" (Les Arabes Primaires) seperti
Kaum Ad, Tsamud, Amalik, Tasm, Bani Yadis, Kusyit dan
lain-lain.
(2) "ARAB MUTARRIBA" (Les Arabes Secondaires) seperti Bani
Kahtan, atau Yoktan bin Heber (catatan: Heber berasal dari
kata "Abra" atau "Ibra" yang berarti "orang seberang"), Bani
Himyar dan lain-lain.

(3) "ARAB MUSTA'RIBA" (Les Arabes Tertiaires) seperti
misalnya Keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim a.s., antara
mana adalah suku-suku bangsa Koreisy pada kira-kira tahun
400 M.

Sebagaimana lazimnya di mana-mana, maka yang kuatlah
memerintah atas yang lemah. Demikianlah Bani Kahtan
menaklukkan kaum Ad. Kemudian Raja Khozar el-Ahmar, dalam
Kitab Perjanjian Lama KEDOR LAOMER, dari Elam menguasai kaum
Thamud yang berdiam di gua-gua. Raja Malik el-Sadik, dalam
Perjanjian Lama MELKHIZEDEK dari kaum Salem dan Jurhum dari
kaum Kahtan, kemudian lambat-laun dihirup oleh keturunan
dari Nabi Ismail a.s. Keturunan dari Nabi Ismail a.s. inilah
yang kemudian nyaris dibasmi oleh Bukhtanasr (NEBUKADNEZAR),
Raja dari Babylonia.

Demikianlah suatu sketsa singkat terjadinya bangsa Arab,
baik ethnic maupun linguistic.

LINGUA FRANCA DI BENUA ARAB
------------------------------------------------------------

Bahasa pergaulan dan bahasa pengantar di seluruh benua Arab,
yang merupakan lingua franca, adalah bahasa Aramiya
(ARAMAIC) yang hidup dan berkembang dalam aneka dialek.
Dikenal antara lain dialek Kildani, dielek Kanaanit, dialek
Funisia (PHOENICIAN), dialek Moabit, dialek Siryani (atau
Assyrian/Syrian), Syriac, Edomit dan lain-lain. Karenanya,
maka lambat laun cara menulisnya pun berkembang lain-lain
(gradual modification of the script).

ABRAM, yang tergolong Arab Mutaarriba, bermula tinggal di
kampung UR, wilayah Kildani, kini Iraq Selatan. Karenanya ia
berbahasa Aramiya dengan dialek Kildani. Pada lebih kurang
tahun 1.750 S.M. ia pergi hijrah (atas perintah Allah) ke
Kanaan, kini Palestina/Israel. Di sini ia bertemu dengan
kaum yang juga tergolong dalam rumpun Arab Mutaarriba,
tetapi berbahasa Aramiya dengan dialek Kanaanit. Orang-orang
Kanaan ini menamakan Abram dan pengikut-pengikutnya ABRAHAM
atau IBRAHIM, yang berarti "orang seberang." Hal ini
disebabkan tidak lain dan tidak bukan karena beliau
"menyeberangi" sungai El-Furat (EUPHRAT). Dari tesis ini
kiranya dapat ditarik suatu kesimpulan bahwasanya tidak ada
bahasa "orang seberang," atau lebih tegas lagi tidak ada
bahasa Ibrani (Hebrew); karena perkataan "Ibrani" ini
artinya "orang seberang" dalam bahasa Aramiya dialek
Kanaanit. Bahwa kemudian orang-orang seberang ini (dialek
Kildani) dalam proses perkembangan sejarah lambat-laun
menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang berdialek
Kanaanit, adalah suatu kewajaran.

GELAR MENANG ATAS NAMA ASELI
------------------------------------------------------------

Adalah suatu kenyataan bahwa nama gelaran yang dijuluki oleh
orang-orang Arab senantiasa menang atas nama aselinya.

Demikianlah diketahui bahwa keturunan Nabi Ya'kub a.s.
dinamakan Bani Israel, dan bukannya Bani Ya'kub. Lebih
terkenal nama Bani Koreisy dari pada nama aseli Fihr untuk
keturunannya. Selanjutnya nama-nama gelar Zulkifli,
Zulkarnain, Ashabil Fil, Ahl el-Kitab lebih terkenal dari
pada nama aseli mereka. Adalah menarik untuk ditambahkan di
sini bahwa nama-nama individuil seringkali berbentuk
theophorous.

Adapun Israel, gelaran yang diberikan untuk Nabi Ya'kub a.s.
berasal-usul dari suatu pertengkaran sengit antara dia
dengan saudara kembarnya Isu (ESAU). Untuk menyelamatkan
dirinya Ya'kub ber-"isra," yakni berjalan pada malam hari ke
negeri pamannya, Laban, di kampung Ur, di distrik Kildani,
Iraq. Karena berisra inilah keturunan Nabi Ya'kub a.s.
kemudian dinamakan Bani Israel, gelaran mana dikukuhkan
kembali dalam TORAH oleh Nabi Musa a.s.

EMIGRASI DARI SEMENANJUNG ARAB KE MESIR

0
Antara tahun 1700 sampai dengan 1550 S.M. negeri Mesir
dikuasai oleh anak suku HYKSOS, yang juga dikenal dengan
gelaran "Raja-raja Padang Pasir" atau "Raja-raja Gembala."
Anak suku Hyksos ini masuk dalam golongan ARIBA MUTARRIBA
yang berbahasa Aramiya dengan dialek Kanaanit. Ketika musim
kemarau yang terlampau lama melanda Kanaan, dua atau lebih
dari anak suku keturunan Ya'kub diizinkan oleh Raja Hyksos
untuk berhijrah ke delta sungai Nil (GOSYEN) yang subur.
Tidak mustahil bahwa kebaikan dari Raja Hyksos ini adalah
karena mereka sama-sama berasal dari Kanaan.
Tetapi ketika pada tahun 1550 S.M. timbul suatu
pemberontakan yang berhasil menggulingkan dinasti Hyksos,
seraya mengusir kaum Hyksos dari Mesir, maka saat itu
dicatat sebagai permulaan masa penderitaan bagi keturunan
dari suku-suku Bani Israel.

Walaupun keturunan suku-suku Bani Israel hidupnya ekslusif,
namun setelah mereka berdiam selama lebih kurang 500 tahun
di Gosyen, Mesir, maka bersatu-padulah (SYNCRETISME) dalam
banyak hal. Seperti nama-nama khas Mesir untuk nama
perorangan, percampuran adat-istiadat dan bahasa, hingga
boleh dikatakan terlupalah dialek asalnya, yakni dialek
Kanaanit.

Pada masa itulah Nabi Musa dilahirkan. Ia dipungut dari kali
NIL oleh seorang Puteri Firaun, kemudian diangkatnya sebagai
anak. Dengan demikian ia (Musa) dibesarkan, dididik dan
diajar di istana Fir'aun Rameses II. Sudah barang tentu Nabi
Musa terpengaruh oleh alam lingkungan istana. Tidak
diragukan lagi bahwa ia berfikir dan berbicara dalam bahasa
Koptik Kuna dan menulis dengan aksara hieroglyphe.

SEPULUH FIRMAN (DECALOGUE) DAN TAURAT

0
Akhirnya pada tahun 1230 S.M. Firaun Merneptah mengizinkan
Bani Israel, di bawah pimpinan Nabi Musa a.s. dan kakaknya
Nabi Harun a.s., ke luar meninggalkan Mesir. Oleh karena
Nabi Musa memang berfikir dan berbicara dalam bahasa Koptik
Kuna, dengan demikian tidak mahir menguasai bahasa awam Bani
Israel, maka atas dasar itulah ia dibantu oleh Nabi Harun
yang berbicara logat awam untuk mendampinginya dalam
memimpin Bani Israel ini. Pada tahun itulah, kedua loh yang
berisi kesepuluh firman diwahyukan kepada Musa selama 40
hari di puncak gunung Sinai.
Menjadi pertanyaan yang besar sekali, apakah kedua loh yang
berisikan Kesepuluh Firman itu ditulis dalam bahasa Ibrani
sebagaimana diaku-aku? Atas dasar analisa di atas, maka
tiada sangsi lagi bahwa kedua loh itu sudah pasti ditulis
dalam bahasa Koptik Kuna dengan menggunakan aksara
hieroglype dan bukannya dalam bahasa dan huruf Ibrani yang
memang tidak pernah ada. Pengakuan para theolog Nasara yang
menyatakan bahwa kedua loh batu yang aseli dan Nabi Musa
tidak akan diketemukan, kiranya memperkuat argumentasi di
atas tadi.

Nasib kedua loh yang mengandung Kesepuluh Firman yang
tersurat dalam Torah turut dibumi-ratakan dengan Heikal
Suleiman, di mana Torah itu disimpan di mihrabnya, oleh
tentara Raja Bukhtanasr pada tahun 586 SM.

Kemudian, kira-kira antara tahun 458-444 S.M., Kelima Kitab
Nabi Musa a.s. disusun kembali apa yang teringat oleh Uzair
(EZRA) dalam dialek Kildani. Salinan inilah yang disimpan di
mihrab Heikal Suleiman yang dibangun kembali oleh
Zerubbabel. Oleh karena pada masa-masa itu orang-orang di
Yerusalem sudah tidak mengerti lagi dialek Kildani, maka
senantiasa didampingi oleh seorang penterjemah (TARGUM atau
TARJUM) untuk menterjemahkannya ke dialek Kanaanit, satu
suku bahasa Aramiya. Nasib dari Torah yang disusun oleh
Uzair pun tidak mujur. Pada tahun 63 S.M. Panglima Pompeyus
dari Kekaisaran Romawi merebut Yerusalem. Ketika pada tahun
70 S.M. timbul pemberontakan terhadap kekuasaan Romawi, maka
Panglima Titus, putera Kaisar Verpasianus, membumiratakan
kembali Yerusalem serta membakar habis Heikel Suleiman serta
perpustakaan-sucinya, termasuk di antaranya Kitab Suci
tulisan Ezra.

ASAL-USUL NAMA YAHUDI (JEWS)

0
Kerajaan Bani Israel bagian Selatan bernama Yuda atau Yehuda
dan penghuninya dinamakan kaum Yahudi. (Kaum Yahudi inilah
yang dibolehkan kembali ke negeri asalnya dengan firman
Rajadiraja Persia Cyrus II, putera Cambyses, pada tahun 538
S.M.). Nama Yahudi kemudian tetap diperuntukkan kepada
mereka yang MENOLAK kenabian dari Isa Al-Masih Ibnu Maryam
dan Injil serta MENUDUH Siti Maryam sebagai perempuan
pelacur dan Al-Masih sebagai anak zina dan akhirnya BERMAKAR
untuk menyalibnya. Kaum Yahudi inilah (International Jewry)
yang dikutuk baik dalam Injil maupun di dalam Al-Qur'an.
Mereka yang percaya menamakan dirinya NASARA, yakni KRISTEN;
sedangkan mereka yang kemudian menyaksikan akan kebenaran
Al-Qur'an dan Nabi Muhammad disebut Muslimin.

Dalam Perjanjian Lama, Ibrani (Hebrew) disebut "lisan
Kanaan" atau Yehudit (Jewish). Istilah "Ibrit" dibuat oleh
para Rabbani Palestina, dan ini adalah transliterasi dari
kata Aramiya: "Ibray," yang kemudian menjadi "IBRANI"
(Hebrew).4
Antara tahun 132 135 M. timbul pemberontakan terhadap
kekuasaan Romawi di bawah pimpinan Bar Kozibah. Namun
pemberontakan kaum Yahudi ini dapat dipatahkan oleh tentara
Romawi. Sebagai hukuman, maka Kaisar Hadrianus melarang kaum
Yahudi memasuki kota Yerusalem (Colonia Aelia Capitolina).
Mulai saat itu maka kaum Yahudi mulai meninggalkan
Palestina, bertebaran dan terpencar ke seluruh pelosok
dunia. Namun karena fitnah dan khianat orang-orang Yahudi
ini diusir dari Hejaz pada tahun 627 M., dari Suria pada
tahun 890 M.; dari Portugal pada tahun 920 M., dari Spanyol
pada tahun 1110 M., dari Inggris pada tahun 1290 M., dari
Perancis pada tahun 1306 M., dari Belgia pada tahun 1370 M.,
dari Czechoslovakia pada tahun 1380 M., dari Belanda pada
tahun 1444 M., dari Rusia pada tahun 1510 M., dari Italia
pada tahun 1540 M., dan dari Jerman pada tahun 1551 M.

Dari sana mereka kemudian memilih Turki sebagai donme (atau
thinmah = menjadi warganegara Osmania-Turki yang menerima
perlindungan) dan membayar jizyah sebagai imbalan. Setelah
itu lalu mereka memasuki aneka negara sebagai pedagang dan
ahli fikir. Antara tahun 1898 dan 1905 mereka
menyelenggarakan beberapa Konperensi secara rahasia.

Keputusan yang dikeluarkan oleh Konperensi pada tahun 1905
hingga kini masih tersimpan di Perpustakaan British Museum.
Sementara itu selama abad ke XIX mereka menyusun suatu
bahasa yang mereka namakan bahasa "IBRANI" tetapi pada
hakekatnya tidak lain dari pada bahasa "ARAMIYA MODERN."

LAHIRNYA KITAB SUCI YAHUDI

0
Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
turun-temurun.

Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
tersebar di seluruh dunia.
Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
yakni Yuddish.

Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
yakni:

1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
dipergunakan di Synagoge Askenazim.

HAGAR - SITI HAJAR

0
KITAB KEJADIAN 16:1 - Hata, maka Sarai, istri Abram itu
tiada beranak; maka, adalah padanya seorang sahaya perempuan
Mesir, yang bernama Hagar.

GENESIS 16:1 - Doch Sarai, Abrams huisvrouw, baarde hem
niet; en zij had een Egyptische dienstmaagd, welker naam was
Hagar.

GENESIS 16:1 - Now Sarai, Abram's wife, bore him no
children. She had an Egyptian maid whose name was Hagar.

BUKHARI 60: 11, No. 11 - Firaun memberi Hajar kepada Sarah
untuk pembantunya.
Dari apa yang terurai di atas tak boleh ditarik kesimpulan
bahwa Siti Hajar adalah seorang hamba sahaya, karena dapat
dibaca dalam kitab Tafsir Taurat oleh seorang Rabbi yang
termasyhur, Salomon bin Ishak (1040-1105) dari Troye (=
Ilion = Pergame; sekarang Hissarlick di Turki) mengenai ayat
tersebut: "(Hajar) adalah puteri dari Firaun (Raja Mesir)
yang ketika melihat aneka mu'jizat dari pihak Sarah,
berkata, lebih baik untuk anak perempuan saya ini menjadi
pembantu dalam rumah (Ibrahim) dari pada gundik orang."

Catatan:

Rabbi- Rabbani, Guru Yahudi
Ahbar- Ulama Yahudi (Haverim)
Hakam- Hakim, Faqih Yahudi (Hakham)
Salawat- Synagogue
Bi-ya'- Gereja
Sawami- Biara Nasrani, Klooster.

BUKANNYA NABI ISHAK A.S. TAPI NABI ISMAIL YANG HENDAK DIKURBANKAN

0
KITAB KEJADIAN 16:16 - Maka pada masa Hagar memperanakkan
ISMAIL bagi Abram itu, adalah umur Abram 86 tahun

KITAB KEJADIAN 17:20 - Maka akan hal ISMAIL itu pun telah
kululuskan permintaanmu; bahwa sesungguhnya Aku telah
memberkati akan dia dan membiakkan dia dan memperbanyakkan
dia amat sangat dan dua belah orang raja-raja akan berpencar
dari padanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang
besar.

KITAB KEJADIAN 21:2 - Karena Sarah pun mengandunglah lalu
beranaklah ia laki-laki seorang bagi Ibrahim ...
KITAB KEJADIAN 21:3 - Maka dinamailah oleh Ibrahim akan
anaknya, yang telah diperanakkan oleh Sarah baginya itu
ISHAK.

KITAB KEJADIAN 21:5 - Maka pada masa ISHAK, anaknya itu
jadi, adalah umur Ibrahim 100 tahun.

KITAB KEJADIAN 21:13 - Maka ANAK sahayamu itu pun (yakni
ISMAIL) akan aku jadikan suatu bangsa, karena ia pun DARI
PADA BENIHMU.

KITAB KEJADIAN 22:2 - Lalu firman Tuhan: Ambillah olehmu
akan ANAKMU YANG TUNGGAL ITU, YAITU ISHAK YANG KAU KASIHI,
bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di
sana akan korban bakaran ...

Dan apa yang terurai di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kata-kata "anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak yang kau
kasihi" adalah suatu interpolasi yang tendensieus," karena
pada masa Ishak, Ibrahim telah memiliki dua orang putera.
Pada masa sebelum Ishak dilahirkan, Ismaillah putera tunggal
dari Ibrahim, yang 14 tahun lebih tua dari Ishak.

AL-QUR'AN 37:100 - Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku
seorang anak yang termasuk orang-orang saleh. 101 - Dan Kami
beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang penyantun
(ialah Nabi Ismail a.s.); 102 -Maka tatkala anak itu sampai
pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi
bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatku
termasuk orang-orang yang sabar." 103 -Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas
pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.

Semenjak masa itu hingga sekarang, yakni semenjak Qur'an
belum diwahyukan atas Nabi Muhammad S.A.W. hingga kini,
peristiwa tersebut setiap tahun diperingati dan yang
disebut: Id el-Adha, Id Qurban, Lebaran Haji, Kurban Bayram,
dan sebagainya, pada saat mana seekor hewan disembelih guna
kurban.

ULANGAN 21:15 dan 17; Maka jikalau pada seorang laki-laki
adalah dua orang bininya, seorang yang dikasihi, seorang
yang dibenci, maka keduanya, yang dikasihi dan yang
dibencipun beranak laki-laki baginya, dan anak laki-laki
yang sulung itu dari pada bini yang dibenci... Melainkan
hendaklah diakunya akan dia anak sulung, jikalau ia anak
dari pada bini yang dibenci sekali pun, dan hendaklah
diberinya akan dia dua kali banyaknya dari pada segala yang
terdapat padanya, karena ialah hulu kuatnya dan ia juga yang
empunya hak kesulungan.

Kesimpulannya adalah bahwa Ismail a.s. berhak dua kali lipat
atas peninggalan (pusaka) Ibrahim a.s. dari pada Ishak a.s.

Menurut M. HYAMSON'S Dictionary of the Bible, dalam "Revised
Standard Version" Pasal 84:6, ada disebut BACA (baca:
BAKKAH) yang juga disebut dalam Qur'an, yaitu nama kuna
sebelum MAKKAH, di mana Nabi Ismail a.s. dibesarkan dan
mengajar ke-Esa-an Allah s.w.t. yang diwariskan dari ayahnya
Ibrahim a.s.

SEPULUH FIRMAN DAN TAURAT SADURAN POST MUSA

0
Menurut para scholar lagi theolog, saduran Sepuluh Firman
atau Decalogue yang tersurat dalam Kitab Ulangan 5:6 - 22
dari Bijbel Wasiat yang Lama (Kitab sucinya Ummat Yahudi dan
Kristen) ditemukan dalam Kitab Ulangan, yang pada masa itu
belum setebal yang dikenal orang sekarang, di Mesjid Al-Aqsa
(Bait Al-Maqdis) oleh Imam Besar Hilkia dan dimaklumatkan
oleh Yosia, raja Yuda pada tahun 621 S.M. (Lihat II Rajaraja
22:8), yakni lebih dari 600 tahun sesudah Nabi Musa a.s.
Memang miharab mesjid senantiasa, hingga kini, merupakan
perpustakaan Kitab-kitab Suci.

Menurut pendapat para sarjana, saduran Sepuluh Firman yang
termuat dalam Kitab Keluaran 20:1 - 17, nyatalah "suatu yang
diselipkan," yang ditulisnya sesudah tahun 500 S.M. Bunyi
Kitab Keluaran 32:19 "... maka, bernyalalah amarah Musa,
lalu dicampakkannya kedua loh batu dari dalam tangannya,
dipecahkannya pada kaki bukit itu."
Kemudian, menurut Kitab Keluaran 34, dipahat dua loh lagi
yang memuat Decalogue lain (ayat-ayat 13 - 28) dan yang
dinamakan wet dari Perjanjian.

Pada tahun 444 S.M. dimaklumatkanlah dan diterima Torat
(wet) yang disusun pada masa Pembuangan di Babil (Babylon)
dan yang dikatakannya dari Musa, termasuk pada
saduran-saduran dari Sepuluh Firman.

Adalagi satu saduran dari Sepuluh Firman atas suatu yang
dikenal sebagai Nash Papyrus dan bertarikh kira-kira tahun
100 S.M. Perbedaan-perbedaannya tidak seberapa besar.

Timbullah pertanyaan Sepuluh Firman yang mana sebetulnya
ditulis Musa? Autographa dari Sepuluh Firman dan kitab-kitab
tersebut di atas, yakni naskah yang ditulis semula, tidak
ada. Hanya terdapat codices, ialah salinan dari salinan dari
salinan kuna. Hal ini tidak mengherankan, karena pada tahun
586 S.M. Mesjid Al-Aqsa dibakar habis oleh Bukhtanasser
(Nebukadnezar) dan pada tahun 70 M. oleh Titus. Awam yang
buta huruf tidak memiliki senaskah pun.

Banyak persamaan terdapat antara undang-undang yang disusun
pada masa Pembuangan di Babylon (568 S.M. - 538 S. M. ) dan
yang dikatakannya berasal dari Musa, dengan Code yang lebih
tua yakni dari Hammurabi, raja Babylon yang hidup kira-kira
tahun 1.800 S.M. Hammurabi adalah orang Arab-Mutarriba
(Arabes Secondaires). Code ini ditemukan di Susa (=
Persepolis, kini Takht-i-Jamshid) oleh J. de Morgan pada
tahun 1901/1902

Dari banyaknya pertentangan, perbedaan dan fakta-fakta
tersebut para sarjana, baik Yahudi maupun Kristen, seperti
di abad XII rabbani (rabbi) Ibn Ezra, di abad XVII Baruch
Spinoza, kemudian Goethe, Graf, Julius Wellhausen dan
sebagainya, telah menolak mitos bahwa Bijbel, dalam kasus
Sepuluh Firman, adalah kalam Allah, di samping mengakui
bahwa Code Moral itu adalah amat hebat yang disusun oleh
orang-orang yang bermaksud baik. Apa yang merupakan
teka-teki bagi para scholar, merupakan tantangan bagi
theolog kaum fundamentalism yang berdasar atas "Sola
Scriptura (Hanya Bijbel)." Mereka senantiasa berusaha
membela keganjilan-keganjilan dengan tafsiran yang
berbelit-belit.

Susunan Sepuluh Firman tidak sama di antara Gereja-gereja
Griek, Roma Katolik, Reformed, Luther dan Yahudi. Dalam
Septuaginta, terjemahan Torat pada kira-kira tahun 200 S.M.
di Mesir dalam bahasa Griek dari bahasa Ibrani, susunan
Decalogue itu diubahnya.5

Adapun Islam, sejauh sesuatu tidak bertentangan dengannya,
kaum Muslimin tidak menolak dan tidak menerima ayat-ayat
Bijbel bersikap bebas actief. Al-Qur'an 7:145 dan 154 tiada
menyebutkan bahwa loh-loh itu dipecah Musa karena sangat
marahnya.

Perhatikanlah ayat-ayat Bijbel tersebut di bawah ini dari
Al-Kitab penerbitan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta
(1960), dan ayat-ayat Al Qur'an dari Tafsir Qur'an keluaran
Penerbit Wijaya Jakarta (MCMLIX).

KITAB ULANGAN 5:6-22, khususnya ayat 22:

"Maka segala firman ini dikatakan Tuhan kepada segenap
sidang kamu dari atas gunung, dari tengah-tengah api dan
awan dan gelap-gulita serta dengan bunyi suara yang hebat,
maka tiada dipertambahi dengan barang sesuatu, melainkan
disuratkannya firman itu pada dua loh batu, lalu
diberikannya kepadaku."

KITAB RAJA-RAJA II 22:8, KITAB KELUARAN 20:1-17, KITAB
KELUARAN 34:13 - 28, khususnya ayat 28:

"Maka Musa adalah di sana serta dengan Tuhan empat puluh
hari empat puluh malam lamanya, tiada ia makan roti dan
tiada ia minum air, maka disuratkannya segala firman
perjanjian, sepuluh firman itu, di atas loh batu."

AL-QUR'AN 7:145 dan 154: 145 - Dan Kami tuliskan untuknya
pada beberapa loh batu, pengajaran dalam segala sesuatu, dan
penjelasan bagi segalanya; sebab itu ambillah dengan
sungguh-sungguh dan suruhlah kaum engkau mengambil yang
sebaik-baiknya; nanti akan Aku perlihatkan kepada tempat
diam kaum yang jahat. 154 - Setelah marah Musa tenang,
diambilnya loh-loh itu, dan tulisannya (naskah) itu berisi
pimpinan dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada
Tuhannya.

RIBA (USURY, WOEKERRENTE)

0
ULANGAN 23:19. 20 -Maka tak boleh kamu mengambil bunga dari
pada saudaramu; baik bunga uang, baik bunga makanan, baik
bunga barang sesuatu yang dapat makan bunga. Maka dari pada
orang lain bangsa boleh kamu mengambil bunga, tetapi dari
pada saudaramu tak boleh kamu mengambil dia, supaya
diberkati Tuhan Allahmu akan kamu dalam segala perkara
pegangan tanganmu dalam negeri, yang kamu tuju sekarang
hendak mengambil dia akan kebahagiaan pusaka ...
Semenjak zaman dahulu kala hingga saat ini memang
orang-orang Yahudi, terkenal di seluruh dunia sebagai murabi
(usurer, woekeraar, lintah darat). Kenyataan mana tercantum
di segala kamus. Menurut berkala "The Economist" tanggal 27
Maret 1965, harta VATIKAN pada saat itu ditaksir jumlahnya
lebih dari 2.000 juta Pound Sterling, atau sama dengan lebih
dari US $ 5.600 juta dengan cadangan-cadangan emas
dititipkan pada kelompok-kelompok bank Yahudi, yaitu:
ROTHCHILD, HAMBROS, SAMUEL MONTAGU, MORGAN dan sebagainya

KEKEJAMAN-KEKEJAMAN SUCI

0
BILANGAN 31: 7, 9, 10, 15, 17 - Maka berperanglah mereka itu
dengan orang Midiani, setuju dengan firman Tuhan yang kepada
Musa, dibunuhnya segala orang laki-laki ... Maka oleh Bani
Israil ditawan akan segala perempuan orang Midiani, dan akan
segala anak-anaknya dan segala kendaraannya dan segala
binatangnya dan segala harta-bendanyapun dirampasnya. Maka
segala kotanya dan tempat kedudukannya dan kubunya dibakar
habis dengan api ... Maka kata Musa kepada mereka itu:
Mengapa maka kamu hidupi segala perempuan ini? ... Sebab itu
bunuhlah segala yang laki-laki di antara anak-anak itu dan
bunuhlah segala perempuan yang sudah tahu bersetubuh dengan
orang laki-laki ...
ULANGAN 7:2 - Dan apabila sudah diserahkan Tuhan Allahmu
akan mereka itu di hadapanmu, dan kamu sudah mengalahkan
mereka itu, maka hendaklah kamu membinasakan mereka itu sama
sekali, jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu dan
jangan kamu mengasihani mereka itu ...

ULANGAN 20: 16, 17 - Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini
yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu akan bahagian
pusaka, janganlah kamu hidupi barang sesuatu isinya akan
bernafas; melainkan hendaklah kamu menumpas sama sekali
segala orang Heti dan Amori dan Kanani dan Ferizi dan Hewi
dan Yebuzi, seperti firman Tuhan Allahmu kepadamu ...

YUSAK 6:21 - Maka ditumpasnya segala sesuatu yang di dalam
negeri itu, baik orang laki-laki atau perempuan, baik orang
muda atau orang tua sampai segala lembu domba dan keledai
pun dengan mata pedang ...

HAKIM-HAKIM 1:8 - Maka bani Yehuda pun memerangi Yerusalem,
lalu dikalahkannya, dan dibunuhnya segala orang isinya
dengan mata pedang, dan ditundukkannya negeri itu ...

Tidaklah mengherankan, apabila mereka yang percaya dan
menjalankan kekejaman-kekejaman yang tersurat dalam
ayat-ayat tersebut di atas dari Kitab yang suci baginya,
melampaui Naziisme dan kekejaman apapun dalam abad ke-XX
ini. Mereka tidak pula menghiraukan aneka keputusan yang
dikeluarkan oleh Persatuan Bangsa-bangsa dan Dewan Keamanan;
bahkan sebaliknya ada negara-negara yang menyokong mereka.

APA DAN SIAPA ORANG YAHUDI ITU?

0
1.Pada tahun 740 seorang raja bernama Bulan dari Suku
Khazar, bangsa Mongol, di Rusia Tenggara, masuk agama
Yahudi, yang segera diikuti oleh rakyatnya. Sesungguhnya
banyak sekali orang di Eropa masuk agama Yahudi dalam
Abad-Pertengahan. Bahkan pada abad ke XVII ada gerakan
besar-besaran dari orang Yahudi-Balkan memasukkan
orang-orang ke-agamanya, dan yang terbanyak adalah
bangsa-bangsa Rusia di wilayah Kaukasia yang keturunannya di
Eropa Tengah, Rusia, Polandia dan Amerika Serikat, dari
negara-negara mana para immigrantnya dan juga para pemimpin
politiknya yang sekarang, memasuki Israel
2.Ada Yahudi Kuning dari Cina, Yahudi Hitam dan Malabar,
dan Falasya dari Etiopia (Abessiniya). Oleh karenanya, tak
dapat dilihat orang-orang Yahudi (Internasional Jewry)
sebagai suatu bangsa atau kaum (nation); mereka adalah suatu
jemaat keagamaan, tambah pula tidak sejenis sebab mereka
terbagi-bagi dalam sekta-sekta. Ke-aneka-ragaman physique
(bentuk badan), paras, adat dan kebudayaan yang datang
berkumpul dari 102 negara.

3.Negara Israel membedakan: (1) ASKHEMAZIM, kata Ibrani
untuk bangsa Jerman, yang meliputi seluruh orang-orang
Yahudi yang berkebudayaan Barat dan berbahasa di rumahnya
,'yiddisy." Dari mereka terdapat (a) sekta HASIDIM yang
berasal dari Polandia, masih berpakaian jubah panjang hitam;
kemudian (b) sekta HANUKAH yang senantiasa memperingati
kemenangan-kemenangan Makkabee dan pembangunan kembali dari
Heikal (Temple) pada tahun 165 S.M.; (c) sekta LIUBAVITCH
yang terdiri dari orang-orang intelek yang sangat orthodox;
(d) sekta NATOREI KARTA yang wajib berkopyah dan
beranting-ranting, sangat saleh hingga tidak mengakui Negara
Israel, tetapi menunggu suatu theocrasi yang benar. (II)
SAWARADIM, kata Ibrani untuk bangsa Spanyol mempunyai arti
di Israel bagi seluruh orang-orang Yahudi dari sekitar
Lautan Tengah (terutama dari Afrika Utara) dan dari Timur
Tengah; mereka berbahasa: Ladino," ialah bahasa Spanyol yang
tak digunakan lagi, dan bahasa "Arab." Dari mereka terdapat
(A) sekta KARAIT, yaitu Yahudi Irak dan Mesir, dan (b) sekta
HASSIDIK, yakni Yahudi dari kampung Mea Syaerim di Al-Qudus
(Yerusalem).

4.Bukan suatu rahasia lagi bahwa Israel mengadakan
perbedaan (diskriminasi) yang sangat menyolok terhadap
SAFARADIM, orang-orang Yahudi "Timur" warganegara kelas dua,
yang menjadi kurban setiap hari, yang semula kena bujukan
dan rayuan dari para agen propaganda ASKHENAZIM, orang-orang
Yahudi "Barat" yang berabad-abad disiksa, dianiaya, di
ghetto, dikejar-kejar, di-Pogrom di Eropa, dan yang kini
memegang kekuasaan di Israel ZIONIST.6

5.PALESTINA terdiri dari Muslimin, orang Nasrani dan aneka
agama gereja, dan orang-orang Yahudi-SAFARADIM yang
merupakan minoritas. Dengan bantuan dari negara-negara besar
Barat, orang-orang Yahudi-ASKHENAZIM dapat merebut dengan
aneka tipu-muslihat dan kekejaman-kekejaman yang jauh
melampaui apa yang mereka telah derita di Eropa, negara
Palestina yang kini dikenal dengan nama ISRAEL. Orang-orang
Islam dan Kristen Palestina diusirnya ke luar, dan
orang-orang Yahudi Palestina diperlakukannya seperti
Safaradim yang datang dari negara-negara Arab.

6.Prof. Lothrop Stoddard, seorang ethnolog yang masyhur,
mengatakan bahwa catatan-catatan Israel sendiri mengakui
bahwa 82% dari Zionist adalah Askhenazim, bukan ras SEMITIC,
lain dari Safaradim. Keterangan ini dikuatkan dalam Jewish
Encyclopaedia, 1925 edition, Vol 5, p. 41, yang mengatakan:
"Edom is in modern Jewry," yang diteguhkan pula dalam
Encyclopaedia Biblica, Vol. 2, Gol 1187.

7.Yesus Kristus telah menubuatkan dalam Kitab Injil WAHYU
2:9 - ... orang-orang yang mengatakan dirinya orang Yahudi,
tetapi bukan, melainkan suatu jumat Iblis. Dan Wahyu 3:9
-... orang dari pada jumat Iblis, yang mengatakan dirinya
orang Yahudi, tetapi bukan, melainkan berbuat dusta; juga
dalam Yohanes: 8, Yesus mengatakan bahwa orang Yahudi
bukannya keturunan Ibrahim pun bukan anak-anak Tuhan, tetapi
ayah mereka adalah Iblis. Lagi dalam Yohanes 8:59, Yesus
mengatakan bahwa mereka bukannya dombanya, yaitu
"domba-domba Bani Israel," ummat yang terpilih.

8.Allah s.w.t. berfirman dalam QUR,AN 5:13 - Tetapi karena
mereka (Bani Israil) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka,
dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka
merubah perkataan (merubah arti kata-kata Allah: tempat atau
menambah dan mengurangi) dari tempatnya, dan mereka sengaja
melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan
dengannya, dan kamu senantiasa akan melihat kekhianatan dari
mereka, ...

Dan QUR'AN 5:82 - Sesungguhnya kamu dapati orang-orang
yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang
beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik
(yang menyekutukan Allah).

SIAPA PEMILIK TANAH SUCI?

0
Hampir semua pelajar tentang Bible (Al-kitab) mengetahui
bahwa pohon tin (Fig Tree) itu adalah lambang Ummat Yahudi,
bukannya Bani Israel. Marilah kita periksa hal ini dalam
Bible, di mana Yesus mengutuk di Kitab-kitab MATIUS 21:18-19
dan di MARKUS 11:12-14, 20-21 ketika Beliau berkata:
"Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya."

Dalam MATIUS 21:43 Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi:
"Sebab itu Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan
diambil dari padamu, dan diberikan kepada suatu bangsa yang
menghasilkan buahnya." Palestina (Israel) yang kini diduduki
Yahudi harus pindah tangan ke bangsa lain yang menghasilkan
buah baik (bangsa Arab dari tahun 637-1967).
Orang yang tak terpelajar menyalahgunakan MATIUS 24:32-33
"Ambillah ibaratnya dari pada pohon ara: pada ketika
cabangnya lembut dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui,
bahwa musim panas hampir. Demikian juga kamu: pada masa kamu
nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu, bahwa hal
itu sudah dekat di muka pintu."

Ternyata pohon ara (= tin) ini hanya berdaun tapi tidak
berbuah. Dari itu, hanya menghasilkan kejahatan; dan menurut
Yesus dalam MATIUS 7:18-20, "Setiap pohon yang tak memberi
buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.
Sebab itu dari pada buahnya kamu akan mengenali dia."

"... tanah itu Aku punya ..." (Imamat 25:23) ... orang yang
lemah lembut hatinya itu akan mempusakai tanah itu kelak
(MAZMUR 37:11, MATIUS 5:5).

Marilah kita meneliti dengan singkat dakwaan bahwa
orang-orang Yahudilah pemilik Tanah Suci. Bagi seorang
pembaca Bible yang acuh tak acuh, mungkin kelihatannya
seolah-olah ada janji Tuhan untuk memberi suatu negeri bagi
suatu bangsa tertentu, beribu-ribu tahun yang silam, guna
dimilikinya untuk selama-lamanya. Jika benar hak itu ada,
hal ini harus dipelajari betul-betul. Marilah kita teliti
beberapa Tulisan Suci yang diketahui orang, dan yang telah
mempengaruhi secara mendalam khususnya kawan-kawan kita ahli
masa depan (futurist).

Untuk pertimbangan, ambillah tiga pertanyaan penting di
bawah ini, yakni:

1. Kepada siapa perjanjian itu diberikan?
2. Daerah mana sebenarnya yang dijanjikan itu? .... dan
3. Apakah janji itu tak dapat dibatalkan dan tanpa syarat?

I. Janji jelas mengenai Palestina kepada keturunan Ibrahim
yang diberikan di Sikhem (kini NABLUS) dalam KEJADIAN 12:7 -
"Tanah ini akan Kuanugerahkan kepada anak-cucumu." Kepada
Ibrahim yang sedang berdiri di atas sebuah bukit Bait-el
dikatakan: "seluruh tanah yang kamu lihat kepada kau Aku
akan berikan, dan kepada anak-buahmu untuk selama-lamanya."
KEJADIAN 15:18 ada lebih tegas "Aku telah memberi tanah itu
akan anak-buahmu, yaitu dari pada sungai Mesir sampai kepada
sungai besar, yaitu sungai Furat." Janji ini diulangi
kembali ke pada Ishak, dan kepada Yakub dalam ayat 28:13,14
- "maka tanah, tempat engkau berbaring atasnya, itu pun akan
kuberikan kepadamu dan kepada anak buahmu. Maka anak
buahmupun akan menjadi seperti debu tanah banyaknya dan
engkau pun akan merambah ke timur dan ke barat, ke utara dan
ke selatan, maka dalammu dan dalam benihmu segala bangsa di
bumi akan memperoleh berkat."

Ketika Ibrahim membuat suatu perjanjian dengan Tuhan tentang
khitan (sunat) dalam fasal 17:10, maka seluruh tanah Kanaan
dijanjikan kepadanya sebagai "milik yang abadi." Ada lagi
lain-lain yang dapat dikutip, tapi ini cukuplah untuk yang
dimaksud.

Kini umumnya diduga bahwa janji-janji tersebut dibuat untuk
orang-orang Yahudi, dan semata-mata untuk orang-orang Yahudi
saja. Tetapi hal itu bukan apa yang dikatakan dalam Bible.
Kata-kata "kepada benihmu" tak dapat dielakkan mencakup
bangsa-bangsa Arab yang juga merupakan keturunan Ibrahim
melalui Ismail.

Bahwa Ismail bin Ibrahim, moyangnya bangsa-bangsa Arab,
dapat memiliki negeri ini, dikuatkan dalam KEJADIAN 25:18.
Bangsa-bangsa Arab tetap memegang haknya tinggal di
semenanjung itu hingga hari ini, dan kenyataan ini saja
cukup mencegah Negara Zionist untuk memperoleh pengakuan
penuh sebagai suatu bangsa antara bangsa-bangsa modern.
Dibutuhkan penekanan luar biasa, melalui pemaksaan hukum
yang ekstrim, untuk membalikkan tujuan kini dari program
Zionist. Ramalan Nabi tentang kejadian-kejadian yang akan
datang pasti akan memenuhi apa yang Nabi Zakharia (Zakariya
a.s.) telah nubuatkan:

" ... dan mereka itu akan memandang kepadaku, yang telah
ditikamnya, dan mereka itu akan meratap akan dia, selaku
peratap akan anak laki-laki yang tunggal!" (ZAKHARIA 12:10).

Dalam WAHYU 1: 7, Yahya tetapkan waktunya: "Tengoklah, Ia
datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap
mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka
segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap.
Bahkan, Amin."

KEJADIAN mencatat bahwa Ibrahim adalah juga ayah dari banyak
suku-suku Arab Utara, dari gundiknya Keturah. Tak dapat
(disangkal bahwa kata-kata dalam KEJADIAN 21:10-13
membatalkan janji-janji tentang benih Ibrahim sebagai suatu
keseluruhan: (Sarah) berkata kepada Ibrahim: Nyahkanlah
sahaya perempuan ini serta dengan anaknya, karena anak
sahaya perempuan ini tiada boleh menjadi waris serta dengan
anakku Ishak itu. Maka kepada pemandangan Ibrahim kata ini
amat jahat adanya, oleh sebab anaknya itu. Tetapi firman
Allah kepada Ibrahim: "Janganlah jahat kepada pemandanganmu
barang yang telah dikatakan Sarah akan hal budak itu dan
akan hal sahayamu; dengarlah olehmu akan katanya, karena
dalam Ishaklah benihmu akan disebut. Maka anak sahayamu itu
pun akan kujadikan suatu bangsa, karena ia pun dari pada
benihmu.

Memang benar bahwa selanjutnya antara anak buah Ishak,
"bibit Ibrahim," mengambil arti Bani Israel; tetapi tidak
demikian pada mulanya, sebab keturunan Ismail berhak pula
disebut dan menganggap dirinya juga dari benih Ibrahim dalam
arti yang sebetulnya .

Lebih lagi, ketika perjanjian khitan dibuat dengan Ibrahim
(KEJADIAN 17) dan tanah Kanaan dijanjikan sebagai "milik
abadi" (yang dimaksud untuk jangka waktu lama), Ismaillah
yang dikhitan: Ishak pada waktu itu belum dilahirkan.

Dari studi yang ringkas ini tentang janji Tuhan bagi
keturunan sejati (kandung) dari Ibrahiln, kita melihat bahwa
janji yang pertama pasti mencakup anak buah Ismail; tetapi
kemudian di zaman Ishak dan Ya'kub janji itu diperkecil
kepada keturunan mereka, walaupun tidak dengan menyolok
mengeluarkan para misan (saudara sepupu) Arab mereka; dan
diketahui benar bahwa banyak orang-orang Arab mengiringi
Yusak dan Kaleb masuk ke Palestina ketika sebagian dari
negara tersebut diduduki.

II. Soal kedua mengenai beberapa luasnya ,'negara yang
dijanjikan', agak sulit ditentukan. Ada kata-kata yang
menyebutkan bahwa ,'negara ini mulai dari Sikhem (Nablus)
dan kemudian mencakup daerah dari "sungai di Mesir" sampai
ke kali Furat (di Iraq); dan fasal yang ketiga mengatakan
bahwa keturunan Ibrahim akan tersebar keempat penjuru angin.
Di sini sangat penting untuk diingat bahwa janji kekuasaan
dari Nil sampai Furat dibuat sebelum kelahiran Ismail dan
sebelum kelahiran Ishak, dan oleh karenanya daerah ini tak
dapat dianggap semata-mata milik bangsa lsrael, kecuali pada
masa kerajaan Soleiman yang singkat (I RAJA-RAJA 4:21);
sedangkan untuk masa beratus-ratus tahun daerah ini diduduki
oleh bangsa Arab.

Dari KEJADIAN 13:15 nyata bahwa Transyordania termasuk dalam
janji kepada Ibrahim, sebab dipandang dari bukit di Bethel;
tetapi janji itu sebelum kelahiran Ismail dan Ishak dan
karenanya tak dapat dikatakan bahwa di seberang sungai
Yordan adalah semata-mata untuk orang Israel.

Dalam ULANGAN, Musa berkata kepada Ummatnya bahwa mereka
harus pergi masuk dan menduduki daerah mulai dari Laut
Tengah di Barat sampai sungai Furat di Timur; dan dan Najeb
di Selatan sampai ke Libanon di Utara. Tetapi perintah ini
tak dapat dilaksanakan oleh Bani Israil. Mereka tidak mampu
merebut daerah pesisir yang dikuasai orang-orang Filistin,
dan mereka tidak pernah mampu memiliki pelabuhan-pelabuhan
atau daerah pedalaman Funisia (Phoenicia). Beberapa abad
kemudian di bawah pemerintahan Daud, mereka merebut
Damaskus, dan Daud membuat perjanjian persahabatan dengan
Hiram, raja dari Tyre, sehingga ketika Raja Soleiman
mengadakan upacara peresmian Haikal dihadiri oleh
utusan-utusan dari Utara (seperti dari kawasan Hama), dari
Selatan sampai sejauh El-Arisj pada masa sekarang ini.
Walaupun demikian, sebelum berakhirnya masa pemerintahan
Soleiman, banyak dari daerah kerajaan Daud sudah direbut
kembali oleh penguasa sebelumnya. Siapa saja yang telah
mempelajari sejarah lama, mengetahui tentang adanya
peperangan yang terus menerus sehingga pada akhirnya dari
kerajaan Yudea hanya tersisa daerah seluas beberapa ratus
mil persegi di sekitar kota Yerusalem (Antara lain Qudus);
dan ini pun kemudian dirampas oleh Babilonia kira-kira 600
tahun sebelum Kristus.

Pada akhirnya, apakah janji itu dapat diganggu-gugat? Ya,
demikianlah. Perhatikanlah bahwa dua dari ayat-ayat dikutip
di bawah: menggunakan kata-kata "untuk selamanya" dan
"abadi." Kedua kata ini adalah saduran dari aselinya dalam
logat Ibrani. Kata Ibrani "olam" artinya "waktu lama"
"tumpukan kotoran dulu," "pintu gerbang dulu," "semenjak
dulu," dan semua istilah yang senada diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris dengan "untuk selamanya" atau "abadi."
Misalnya, ahli MAZMUR (psalmist) berkata: "Saya akan
bernyanyi untuk selama lamanya," suatu istilah yang oleh
seorang ahli penafsir dari Tulisan Suci sekali pun sukar
membayangkan maksud arti kata itu dengan sebenarnya.

Ringkasnya, dari hal-hal yang telah dikemukakan di atas,
orang terpaksa menarik kesimpulan bahwa negara Palestina
pada mulanya tidak hanya dijanjikan kepada orang-orang
Yahudi semata-mata, dan bahwa janji pertama adalah tidak
mutlak ("negeri ini "3 dan kemudian diperluas mencakup Trans
Yordania, Syria, Libanon, dan daerah penggembalaan sampai ke
Furat. Akhirnya kita berkesimpulan bahwa tidak pernah ada
suatu janji tanpa syarat tentang milik abadi, walaupun
dengan maksud jangka panjang yang tidak terbatas.

BEBERAPA KESALAHPAHAMAN

0
Kini kita sampai kepada suatu titik yang berhubungan
langsung dengan kesalahpahaman hari-hari tentang nubuatan
dalam Bible. Jika sekiranya tidak ada Tulisan-tulisan Nabi,
sudah tentu nampaknya bahwa janji-janji tentang pendudukan
negeri Kanaan adalah tanpa syarat. Tetapi, kita harus ingat
bahwa persetujuan hubungan antara Bani Israil dan Yehovah
menuntut kesetiaan dari rakyat, kejujuran perorangan dan
kelompok. Jika orang-orang gagal dalam segi-segi ini, masa
depan yang mengerikan menunggu mereka.
ULANGAN 28:15 "Tetapi akan jadi kelak, jikalau tiada kamu
mau dengar akan bunyi suara Tuhan Allahmu, supaya kamu
melakukan dengan yakin segala hukumnya dan undang-undangnya,
yang kupesan kepadamu sekarang, maka sela kutuk ini akan
datang atas kamu dan akan terkena kepadamu ... 64: Maka
Tuhan pun akan mencerai-beraikan kamu di antara segala
bangsa, dari pada hujung bumi datang kepada hujungnya, maka
di sana biarlah kamu berbuat bakti kepada berhala, yang
tiada dikenal dahulu oleh kamu atau oleh nenek-moyangmu pun
tidak, yaitu yang dari pada kayu atau batu. 65: Maka di
antara bangsa-bangsa itu kamu pun tiada akan senang, dan
tiada akan ada perhentian bagi tapak kakimu, karena di sana
Tuhan akan memberi kepadamu hati yang gemetar selalu dan
mata bilis dan duka-cita. 66: Maka nyawamu akan bergantung
pada rambut sehelai di hadapanmu ..."

Bagi setiap peneliti kebenaran yang jujur, nyatalah bahwa
janji-janji bersyarat kepada para nenek-moyang, telah batal
karena murtadnya bangsa Israel. Dan ketika Assyria
memindahkan penduduk Sumaria, dan Babilonia penduduk Yudah,
para Nabi sadar bahwa malapetaka-malapetaka ini adalah suatu
hukuman patut dari keadilan Tuhan atas "kamu yang ingkar dan
yang babil" (RUM 10:21).

Tetapi, para pemimpin Bani Israel mengajar bahwa suatu sisa
akan kembali, dan akan membangun kembali Heikal dan
penghidupan jemaah menurut syariat. Mereka menanti suatu
saat apabila dunia akan berisi marifat Ilahi. Terlalu sering
kita lupa bahwa orang-orang ini adalah penyair-penyair yang
diilhami dengan mencampur-baurkan antara hal-hal yang
praktis (seperti Kembali dari Pembuangan di Babilonia)
dengan khayalan akan padang pasir yang ditumbuhi bunga
mawar, singa yang berbaring dengan seekor anak domba,
tentara yang menempa pedangnya menjadi alat penuai dan
menjauhkan diri untuk selama-lamanya dari peperangan dan
sebagainya. Yang praktis menjadi kenyataan, tetapi yang
khayal tetap merupakan khayalan belaka.

Sebab kenyataan bahwa segala-galanya yang diinginkan orang,
tidak terlaksana dalam pendudukan Yahudi di Palestina, maka
ada suatu kecenderungan untuk menafsirkan bukan saja
sabda-sabda para Nabi tentang eskatologi (seperti mati,
akhirat), tapi juga nubuat-nubuat yang praktis dan soal-soal
politik ("the practical and political prophecies"),
seolah-olah akan terpenuhi pada suatu waktu kelak di
kemudian hari.

Begitulah masih berharap kawan-kawan kita akan seribu tahun
kerajaan Tuhan dan akan kejadian-kejadian pada akhir zaman
(our millenarian and futurist friends) apabila semua Yahudi
dapat dikembalikan ke Palestina dan membentuk satu negara.
Zaman Keemasan secara ajaib akan serta-merta timbul di bumi.

Tetapi pandangan demikian merupakan suatu pemutarbalikkan
dari nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama yang meramalkan
pemulangan dari Babilonia, di mana orang-orang Yahudi telah
dibuang. Nubuat-nubuat ini telah terpenuhi. Setelah 70 tahun
orang-orang Yahudi kembali dari Babilonia ke Palestina, dan
mereka membangun kembali Heikal. Untuk masa yang pendek
mereka memperoleh kemerdekaan politik di bawah Makkabe.
Jadi, nubuat-nubuat tentang Kembali sudah dipenuhi, dan
tidak mungkin masih ada lagi yang harus dipenuhi.

Tidak ada suatu apapun dalam Bible tentang "kembali" yang
lain, kecuali seseorang Yahudi yang ingin menerima Yesus
Kristus sebagai Mesiah-nya. Apakah tidak mengherankan jika
setiap Yahudi percaya akan Yesus? (I KORINTUS 12: 13)

Sebagaimana kekhasan Israel kuna dengan hari-hari
keramatnya, kurban-kurbannya, pemimpin-pemimpin agamanya dan
Heikal, begitu pula negaranya hanya merupakan suatu bentuk.
Bentuk adalah suatu peraturan sementara dan harus diganti
dengan bentuk negara yang lain (antitype). Negara Palestina
konon adalah suatu contoh (type) dari tempat tinggal kita di
surga dan abadi; demikianlah Israel kuna memberi jalan pada
pembahasan bentuk dari Kerajaan Tuhan nan abadi.

"SIKAP NASARA TERHADAP PALESTINA?"

0
Arti dari Yerusalem dan Tanah Suci tidak memerlukan ketegasan. Tetapi, apakah tidak nampak aneh bahwa masalah Palestina yang begitu menyibukkan para ahli politik, jarang dipercakapkan dalam suatu hubungan yang benar-benar bersifat kenasranian. Lebih mengherankan lagi adanya kenyataan bahwa banyak pemimpin agama, yang sebetulnya dapat diharapkan menandaskan kemasygulan Nasrani tentang kejadian, dan apa yang akan terjadi, di Tanah Suci. Seakan-akan batinnya tak menghiraukan suatu percakapan yang hanya dimonopoli olehwartawan sayap kiri, strategist militer dan para politisi yang ambisius; sedikit dari pada mereka yang kelihatannya beragama, dan lebih banyak yang mempunyai maksud-maksud lain
tertentu.
Banyak dari pada pemimpin-pemimpin gereja akan muncul dengan
alasan bahwa orang-orang Kristen, dan terutama para khatib,
harus jauh dan bersih dari politik. (Mereka lebih suka bahwa
si Anti-Krist/Dajjal yang memainkan peranan). Tetapi mereka
ini lupa bahwa adanya dosa adalah karena kelalaian di
samping ada pula karena perbuatan. Kami dengan rendah hati
berpendapat bahwa itu adalah salah bagi kita untuk menerima
suatu fait accompli politik yang kita ketahui dalam hati
kecil kita bahwa itu adalah tidak benar.

Gereja, terutama, harus berdiri demi kebenaran dan
memperingatkan akan kewajiban-kewajiban kita sebagai
orang-orang Nasara. Sebab kalau keadilan terletak di luar
Gereja, kita harus mengakui bahwa kemampuannya untuk memberi
pimpinan sesungguhnya terbatas.

Masalah Palestina meminta pemecahan politis. Ini karena kita
akui terutama bahwa itu adalah suatu masalah
perikemanusiaan. Jadi, membiarkan orang-orang Israeli
melaksanakan pemerintahan politiknya di Palestina sebagai
suatu fait accompli, merupakan suatu sikap yang menerima
suatu pandangan berpihak, dengan tidak membeberkan
kebodohannya tentang nubuat-nubuat dari Alkitab. Tidak dapat
disangkal bahwa rakyat Arab baik yang Nasara maupun yang
Islam, telah dirampok, diusir atau ditaklukkan kepada
Pemerintahan asing.

Ini tentu memberikan kepada masalah suatu dimensi agama, dan
ini menyadarkan setiap orang dari kita akan suatu beban
tanggung jawab moral yang kita tak dapat hindarkan diri;
kecuali jika kita dapat berkata bahwa kita mau menerima
untuk diri kita sendiri aneka kesulitan dan kezaliman yang
ditimpakan atas orang-orang Palestina, maka kita terpaksa
membenarkan apa yang telah diperbuat atas mereka, atau
mengakui bahwa kita terlalu lemah (atau pengecut) untuk
berbuat sesuatu guna menentangnya.

Jika demikian, maka ada suatu masalah moral yang memaksa
kita prihatin. Gereja (dengan kata ini saya maksudkan semua
cabang-cabang dan Agama Nasrani) berkewajiban memberikan
suatu bimbingan kepada mereka dan pada kita yang menghormati
kekuasaannya. Kita mempunyai kewajiban untuk menerima
bimbingan itu dan berbuat apa yang kita mampu untuk
mengamalkannya. Jika tidak, maka kita telah
mendemonstrasikan kepada dunia bahwa kita telah
mengenyampingkan tanggung jawab yang termasuk dalam
penerimaan iman Nasrani.

Seharusnya ada lebih banyak tekanan atas pemerintahan kita
dan lebih banyak tekanan dalam surat kabar atas keperluan
bertindak. Tetapi apa yang kita dengar? Suatu suara yang
terus menerus didengungkan bukan untuk melenyapkan kekejaman
itu, tetapi untuk melanjutkannya. Suara-suara tenar yang
meminta senjata-senjata yang lebih modern; bukan untuk
mereka yang menderita dari kekejamaan, tetapi untuk mereka
yang memetik keuntungan dari dilanjutkannya pendudukan atas
tanah-tanah yang dirampok dan orang-orang pnbumi Palestina.

Apapun haluan mereka yang sudah atau yang sekarang ini
terhadap orang-orang Yahudi, yang telah merusak sejarah dari
Timur-Tengah untuk membenarkan permusuhan terbuka terhadap
bangsa-bangsa Arab, membuktikan kepada dunia bahwa mereka
adalah "racists." Propaganda "Ummat Terpilih" (yang
ditujukan kepada orang-orang Yahudi) telah membuat banyak
untuk merobah politik-politik Barat terhadap Timur Tengah
sejak 30 tahun yang lalu. Ini telah mengakibatkan aniaya
terhadap orang-orang Palestina dan kekacauan teologis dalam
beberapa organisasi gerejani seperti "Assemblies of God,"
"Baptist" dan lain-lain Fundamentalists.

Orang-orang Kristen setuju menghormati wewenang Perjanjian
Lama, tetapi mereka berjauhan dalam penafsirannya. Semua
mufakat tentang adanya perjanjian antara Tuhan dan Israel
purba; suatu perjanjian yang membebankan kewajiban-kewajiban
dan juga memberi hak-hak. Ketika kewajiban-kewajiban ini
diabaikan, orang-orang Yahudi dapat siksaan dan dibuang ke
Babilonia. Hal ini sudah dinubuatkan pula oleh para Nabi,
dan terus oleh Yeremiah yang melipurkan umat dengan
kata-kata bahwa walaupun aneka dosa mereka telah membatalkan
perjanjian Lama dan harus menerima hukumannya, Tuhan dalam
kebijaksanaanNya akan mengutus seorang Juru Hukum Baru yang
akan menguatkan Perjanjian Baru (Yer. 31:31). Tidak akan ada
anggota "Yahudi," juga tidak "Yunani," terbuka bagi siapa
saja yang menerima Yesus Kristus. Demikianlah, negara
Palestina bukanlah pengharapan Kristen. Kewarganegaraan kita
ada di dalam Yerusalem Baru. (Lbr 11:10, 16, 12: 22-24; 13:
14; Wahyu 21:2 10; 22-19).8

YEREMIA 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya,
demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian
baru dengan ... dan seterusnya.

IBRANI 11:10, 16 - Sebab ia menanti-nantikan kota yang
mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik,
yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu
disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah
kota bagi mereka.

IBRANI 12:22-24 - Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke
kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada
beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan meriah, dan kepada
jemaah anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga,
dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada
roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan
kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah
pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada Habel.

IBRANI 13:14 - Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat
tinggal yang tetap; kita mencari kota .... dan seterusnya.

WAHYU 21: 2, 10 - Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem
yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias
bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang
besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang
kudus itu, Yerusalem, dan seterusnya.

WAHYU 22:19 - Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari
perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan
mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota
kudus, seperti yang tertulis di dalam ... dan seterusnya
Banyak dari pada pemimpin-pemimpin gereja akan muncul dengan
alasan bahwa orang-orang Kristen, dan terutama para khatib,
harus jauh dan bersih dari politik. (Mereka lebih suka bahwa
si Anti-Krist/Dajjal yang memainkan peranan). Tetapi mereka
ini lupa bahwa adanya dosa adalah karena kelalaian di
samping ada pula karena perbuatan. Kami dengan rendah hati
berpendapat bahwa itu adalah salah bagi kita untuk menerima
suatu fait accompli politik yang kita ketahui dalam hati
kecil kita bahwa itu adalah tidak benar.

Gereja, terutama, harus berdiri demi kebenaran dan
memperingatkan akan kewajiban-kewajiban kita sebagai
orang-orang Nasara. Sebab kalau keadilan terletak di luar
Gereja, kita harus mengakui bahwa kemampuannya untuk memberi
pimpinan sesungguhnya terbatas.

Masalah Palestina meminta pemecahan politis. Ini karena kita
akui terutama bahwa itu adalah suatu masalah
perikemanusiaan. Jadi, membiarkan orang-orang Israeli
melaksanakan pemerintahan politiknya di Palestina sebagai
suatu fait accompli, merupakan suatu sikap yang menerima
suatu pandangan berpihak, dengan tidak membeberkan
kebodohannya tentang nubuat-nubuat dari Alkitab. Tidak dapat
disangkal bahwa rakyat Arab baik yang Nasara maupun yang
Islam, telah dirampok, diusir atau ditaklukkan kepada
Pemerintahan asing.

Ini tentu memberikan kepada masalah suatu dimensi agama, dan
ini menyadarkan setiap orang dari kita akan suatu beban
tanggung jawab moral yang kita tak dapat hindarkan diri;
kecuali jika kita dapat berkata bahwa kita mau menerima
untuk diri kita sendiri aneka kesulitan dan kezaliman yang
ditimpakan atas orang-orang Palestina, maka kita terpaksa
membenarkan apa yang telah diperbuat atas mereka, atau
mengakui bahwa kita terlalu lemah (atau pengecut) untuk
berbuat sesuatu guna menentangnya.

Jika demikian, maka ada suatu masalah moral yang memaksa
kita prihatin. Gereja (dengan kata ini saya maksudkan semua
cabang-cabang dan Agama Nasrani) berkewajiban memberikan
suatu bimbingan kepada mereka dan pada kita yang menghormati
kekuasaannya. Kita mempunyai kewajiban untuk menerima
bimbingan itu dan berbuat apa yang kita mampu untuk
mengamalkannya. Jika tidak, maka kita telah
mendemonstrasikan kepada dunia bahwa kita telah
mengenyampingkan tanggung jawab yang termasuk dalam
penerimaan iman Nasrani.

Seharusnya ada lebih banyak tekanan atas pemerintahan kita
dan lebih banyak tekanan dalam surat kabar atas keperluan
bertindak. Tetapi apa yang kita dengar? Suatu suara yang
terus menerus didengungkan bukan untuk melenyapkan kekejaman
itu, tetapi untuk melanjutkannya. Suara-suara tenar yang
meminta senjata-senjata yang lebih modern; bukan untuk
mereka yang menderita dari kekejamaan, tetapi untuk mereka
yang memetik keuntungan dari dilanjutkannya pendudukan atas
tanah-tanah yang dirampok dan orang-orang pnbumi Palestina.

Apapun haluan mereka yang sudah atau yang sekarang ini
terhadap orang-orang Yahudi, yang telah merusak sejarah dari
Timur-Tengah untuk membenarkan permusuhan terbuka terhadap
bangsa-bangsa Arab, membuktikan kepada dunia bahwa mereka
adalah "racists." Propaganda "Ummat Terpilih" (yang
ditujukan kepada orang-orang Yahudi) telah membuat banyak
untuk merobah politik-politik Barat terhadap Timur Tengah
sejak 30 tahun yang lalu. Ini telah mengakibatkan aniaya
terhadap orang-orang Palestina dan kekacauan teologis dalam
beberapa organisasi gerejani seperti "Assemblies of God,"
"Baptist" dan lain-lain Fundamentalists.

Orang-orang Kristen setuju menghormati wewenang Perjanjian
Lama, tetapi mereka berjauhan dalam penafsirannya. Semua
mufakat tentang adanya perjanjian antara Tuhan dan Israel
purba; suatu perjanjian yang membebankan kewajiban-kewajiban
dan juga memberi hak-hak. Ketika kewajiban-kewajiban ini
diabaikan, orang-orang Yahudi dapat siksaan dan dibuang ke
Babilonia. Hal ini sudah dinubuatkan pula oleh para Nabi,
dan terus oleh Yeremiah yang melipurkan umat dengan
kata-kata bahwa walaupun aneka dosa mereka telah membatalkan
perjanjian Lama dan harus menerima hukumannya, Tuhan dalam
kebijaksanaanNya akan mengutus seorang Juru Hukum Baru yang
akan menguatkan Perjanjian Baru (Yer. 31:31). Tidak akan ada
anggota "Yahudi," juga tidak "Yunani," terbuka bagi siapa
saja yang menerima Yesus Kristus. Demikianlah, negara
Palestina bukanlah pengharapan Kristen. Kewarganegaraan kita
ada di dalam Yerusalem Baru. (Lbr 11:10, 16, 12: 22-24; 13:
14; Wahyu 21:2 10; 22-19).8

YEREMIA 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya,
demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian
baru dengan ... dan seterusnya.

IBRANI 11:10, 16 - Sebab ia menanti-nantikan kota yang
mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik,
yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu
disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah
kota bagi mereka.

IBRANI 12:22-24 - Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke
kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada
beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan meriah, dan kepada
jemaah anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga,
dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada
roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan
kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah
pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada Habel.

IBRANI 13:14 - Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat
tinggal yang tetap; kita mencari kota .... dan seterusnya.

WAHYU 21: 2, 10 - Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem
yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias
bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang
besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang
kudus itu, Yerusalem, dan seterusnya.

WAHYU 22:19 - Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari
perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan
mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota
kudus, seperti yang tertulis di dalam ... dan seterusnya



ISA IBN MARYAM A.S. DALAM AL-QUR'AN AL-KARIM

0
(5: 110 - 111) Ketika Allah mengatakan: Hai Isa putra
Maryam! Ingatlah kurniaKu kepada engkau dan kepada ibu
engkau, ketika Aku menolong engkau dengan Ruh Suci, dan
engkau berkata-kata kepada manusia dalam buaian dan sesudah
dewasa, dan ketika Aku ajarkan kepada engkau Kitab, Hikmat,
Taurat dan Injil; dan ketika engkau membuat dari tanah
bentuk burung dengan izinKu, kemudian engkau hembus ke
dalamnya, lalu ia menjadi burung dengan izinKu; dan engkau
sembuhkan orang-orang buta dan orang yang berpenyakit lepra
dengan izinKu, dan ketika engkau mengeluarkan orang mati
dengan izinKu, dan ketika Aku tahan Bani Israil menentang
engkau ketika engkau mengemukakan kepada mereka
keterangan-keterangan yang jelas, lalu orang-orang yang
tidak percaya dari antara mereka mengatakan: Ini tidak lain
dari sihir yang terang.
Dan ketika Aku wahyukan kepada para hawari: Berimanlah
kepada Aku dan kepada RasulKu! Mereka mengatakan: Kami
beriman dan saksikanlah bahwa kami sesungguhnya muslimin."

(5:116 - 117) Dan ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra
Maryam! Apakah engkau mengatakan kepada orang-orang:
Ambillah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain dari Allah?
Isa rnengatakan: Maha Suci Engkau! Tiada sepatutnya aku
mengatakan apa yang bukan hakku menyebutnya. Kalau kiranya
aku mengatakan itu, tentulah Engkau telah mengetahuinya;
Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku dan aku tidak
mengetahui apa yang ada pada Engkau; sesungguhnya Engkaulah
yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka selain dari apa
yang telah Engkau perintah aku mengatakannya, yaitu:
Sembahlah olehmu akan Allah, Tuhan aku dan Tuhan kamu! Dan
aku adalah saksi terhadap mereka, selama aku berada di
antara mereka, dan setelah Engkau mengangkat aku, Engkau
adalah Pengawas mereka dan Engkau atas segala sesuatu adalah
saksi."

DAFTAR URUT PERISTIWA-PERISTIWA PENTING YANG BERSEJARAH TERHADAP LAHIRNYA BANI ISRAIL SAMPAI ZAMAN IMPERIUM ROMAWI

0
3000 - 2700 S.M. Dynasti pertama di Mesir.

± 2400 S.M. Imperium Semitik pertama. Sargon I, raja Assyria.

2000 - 1500 S.M. Imperium-imperium Mesopotamia (kini Iraq)
dan Mesir. Perpindahan-perpindahan besar di
seluruh Hilal Subur (Fertile Cressent).

± 1750 S.M. Ibrahim di Kanaan (kini Palestina/Israel).

± 1700 S.M. "Code Hammurabi" (termasuk "lex talionis") dari
Babilonia, dari mana terbit hukum Kanaanit dan
sebagian dari "Syariat Musa."

1700 - 1550 S.M. Bangsa Hyksos dari Kanaan mengontrol Mesir
dan mengizinkan Bani Israil mendiami muara
(delta) sungai Nil; Bani Israil mulai menduduki
Kanaan (Palestina).
± 1550 S.M. Bangsa Hyksos diusir dari Mesir. Bangsa Hittit
menghancurkan Babilonia.

1500 - 1200 S.M. Masa paling jayanya Mesir. Kanaan adalah
wilayah Mesir. "Armana Tablets" menceritakan
tentang surat-surat kepada Firaun perihal
serangan-serangan Bani Israil terhadap kota-
kota di Kanaan.

± 1400 S.M. Yericho dihancurkan oleh "Yusak" yang membentuk
konfederasi dari Bani Israil di Kanaan Utara.
Ibukota Sechem (kini Nablus).

1377 - 1360 S.M. Pemerintahan Firaun IKHNATON (Armenophis IV),
Monotheist. Aneka pembaharuannya disapuh setelah
wafatnya.

± 1230 S.M. Keluarnya Bani Israil (suku Levi?) dari Mesir di
bawah pimpinan Musa dan Harun a.s. Tahun
tradisionil dari Decalogue (Kesepuluh Firman).

± 1200 S.M. Didudukinya negeri-negeri sebelah Timur sungai
Yordan dan bagian-bagian Kanaan Selatan oleh
suku-suku padang pasir, dipimpin oleh Bani Israil
yang lolos dari Mesir.

1225 - 1020 S.M. Bani Israil menaklukkan bagian-bagian lebih
banyak dari Kanaan. Pergulatan dengan bangsa
Filistin. Pemerintahan oleh Syekh atau
"hakim-hakim."
Percampuran hidup Bani Israil dan orang-orang
Kanaani, peradaban Kanaanit diserapnya.

± 1020 S.M. Sebagian suku-suku Bani Israil berpadu di bawah
raja pertama: Saul.

± 1004 S.M. Daud a.s. menjadi raja dari Israel Selatan yang
dinamakan Yudah.

± 998 S.M. Daud menjadi raja dari seluruh Israel, dan merebut
Yerusalem (kini Al-Qudus) yang menjadi ibukota.
Perluasan daerah Israel hingga sebesar yang tidak
pernah dicapainya, sedang keadaan internasional
sangat menguntungkannya

965 - 926 S.M. Suleiman a.s., pemerintah dan kerajaan bersatu.
Membangun Heikal pertama di Yerusalem.
Pemerintahan sangat mewah, perdagangan maju,
akan tetapi perpajakan berat menyebabkan kemarahan
dan nyaris pemberontakan.

± 926 S.M. Kerajaan pecah: Israel di Utara dan Yudah
di Selatan.

926 - 721 S.M. Kerajaan Utara. Pembaharuan-pembaharuan
(Reforms) dari nabi Elia (Ilyas a.s.).
Nabi-nabi Amos dan Hosea dan Samaria jatuh,
dan berakhirlah kerajaan Utara.

926 - 586 S.M. Kerajaan Selatan, Nabi-nabi Yesaya dan
Mikha (725 - 697 S.M.). Senakharib menyerang
hendak merebut Yerusalem (701 S.M.).

696 - 642 S.M. Dewa-dewa bintang bangsa Assyria disembah
di Yerusalem. Kultur Pembiakan (Fertility).
Pengorbanan anak. Krisis agama mendekat.

621 S.M. Hukum Kitab Ulangan. Penerbitan pertama dari
"Sepuluh Firman" (saduran Kitab Ulangan).
Nabi-nabi Yerimia dan Yehezkiel.
Bangunnya Babilonia.

586 S.M. Yerusalem jatuh dan mulainya pengasingan
di Babilonia.

538 S.M. Firman Cyrus II yang mengizinkan kembalinya
orang-orang dari Pengasingan. Saduran kedua
dari "Sepuluh Firman" (Kitab Keluaran XX)
disusun masa itu.

520 - 516 S.M. Heikal dibangun kembali oleh Zerubbabel.

458 - 444 S.M. Ezra (Uzair) dan Nehemya. Pemugaran Yudah
dimulai, kini dinamakan Yudea.

444 S.M. Diterbitkan dan diterima Hukum disusun pada masa
Pengasingan dan dikatakan dari Musa a.s.,
termasuk kedua saduran dari Sepuluh Firman.

333 S.M. Iskandar Agung masuk Yerusalem.

320 S.M. Palestina di bawah Ptolemy (Mesir).

198 S.M. Palestina di bawah Seleucid (Syria).

168 S.M. Antiochus IV (Epiphanes) berusaha menghilangkan
agama Yahudi.

176 - 135 S.M. Pemberontakan Makkabe.

142 S.M. Kemerdekaan Yahudi dari Syria; Pemerintahan oleh
raja-raja serentak Imam.

65 S.M. Pompeyus masuk Yerusalem dan Palestina menjadi
wilayah Romawi.