"Katakanlah: Allah sudah cukup sebagai saksi antara aku dan kamu. Sesungguhnya, Dia itu Yang Maha-waspada, Yang Maha-melihat kepada hamba-hamba-Nya" (Q.S.17:96).
Dalam ayat ini, kesaksian Tuhan berarti kemenangan Kebenaran dan kepanikan kepalsuan. Kebenaran, meskipun maraknya penentangan, akan bertumbuh dan berkembang; sedangkan kepalsuan, meskipun didukung dengan kekuasaan dan privilese, akan lenyap, karena, Tuhan dengan kekuatanNya Yang Maha¬kuasa senantiasa Waspada dan Melihat. Kesaksian kedua dari Tuhan ini ditemukan dalam setiap fase dari kehidupan Nabi dalam bentuk sukses yang mengagumkan. Tanda-tanda langit yang muncul untuk membantu Nuh, Ibrahim, Buddha, Krishna, Musa, Zarathustra dan segenap nabi di dunia, muncul dalam bentuk yang paling nyata dalam mendukung Nabi Muhammad. Kebesaran sukses dan keunggulannya, yang menyingkirkan perlawanan yang kuat, sedikitnya ikhwan dan benyaknya musuh, adalah suatu bukti nyata dari bantuan Ilahi. Bahkan para musuh Islam telah mengakui sukses yang unik dari Nabi ini, dan hal itu, sebagai bukti nyata, bahwa kebesaran yang sesungguhnya itu yakni adalah yang juga diakui oleh lawan-lawannya.Encyclopedia Britannica dalam artikel "Quran" menggambarkan Nabi Suci sebagai:
"Yang paling penuh sukses dari segenap nabi serta tokoh keagamaan"
"Yang paling penuh sukses dari segenap nabi serta tokoh keagamaan"


Comments (0)
Post a Comment