Twitter
RSS

WELCOME

Your PTC

PersianPTC.com

Seorang nabi baru sesudah Akhir Kenabian menyebabkan perpecahan

"Dan demikianlah Kami menjadikan kamu umat yang unggul agar kamu menjadi saksi bagi manusia dan Utusan menjadi saksi bagi kamu" (Quran Suci 2:143).
Kepercayaan akan datangnya nabi baru setelah penyempurnaan agama dan tuntasnya kenabian sekali lagi meruntuhkan solidaritas dari agama-agama ini dan memalsukan sangat bijaknya Tuhan Yang Maha-bijaksana. Kepercayaan semacam itu sungguh naif dan terbuka untuk berbagai keberatan. Kami mencatat tiga keberatan atas kepercayaan ini.
Cermin pertama adalah terhadap kebijaksanaan Tuhan sendiri. Dia telah memberikan semacam latihan bagi kemanusiaan, melalui suatu rantai panjang kenabian, bahwa mereka bersatu menjadi satu keseluruhan pada suatu waktu yang telah ditetapkan. Setelah tercapainya tujuan yang besar ini, Dia Sendiri mengirim nabi baru untuk merobek-robek badan yang sudah bersatu ini. Setelah tiganelas abad dengan pengorbanan yang besar dan usaha yang gigih suatu masyarakat dari enampuluh kelompok telah bersiap-siap untuk mengangkat bendera perdamaian internasional dan persahabatan serta mengungkapkan kebenaran dari segenap nabi di dunia; dan kemudian tiba-tiba adalah suatu pukulan terhadap Tuhan bila memunculkan seorang nabi baru yang menghancurkan tenaga yang perkasa ini menjadi berkeping-keping. Maka, perumpamaan seorang perempuan yang memintal benang seperti yang dikisahkan dalam al-Quran akan lebih tepat ditujukan kepada Tuhan sendiri:
"Dan janganlah kamu seperti orang yang menguraikan benang setelah itu dipintal dengan kuat, hingga itu cerai-berai" (Quran Suci 16:92).
Keberatan kedua atas doktrin ini ialah bahwa dia menegasikan tujuan utama dari agama. Tujuan sesungguhnya dari agama adalah mempersatukan manusia menjadi suatu umat yang satu. Dan bila seorang nabi bisa muncul setelah tercapainya tujuan ini, maka agama itu tidak saja kehilangan tujuannya yang sejati melainkan juga mengandung hal yang naif. Para Nabi pasti bisa datang, dan telah datang, sebelum munculnya Nabi Yang Dijanjikan; tetapi ketika seorang yang diharapkan itu telah muncul tentang siapa semua nabi terdahulu telah meramalkannya dan menyuruh para pengikutnya agar beriman kepadanya serta membantunya, dan ketika agama telah dibuat sempurna serta dubia ini telah diberi risalah:
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kamu Agama kamu dan Aku lengkapkan nikmat-Ku kepada kamu dan Aku pilihkan untuk kamu Islam sebagai agama" (Quran Suci 5:3).
Setiap nabi baru atau agama baru akan membuyarkan seluruh perkara dan akan menyebabkan kekacauan yang besar.
Alasan ketiga mengapa seorang nabi tidak bisa ditolerir setelah akhir kenabian adalah, bahwa ini akan memalsukan dakwah dari Nabi Yang Dijanjikan. Jika kenabian itu berlanjut seperti sebelumnya, maka tak masuk akal kalau hanya memunculkan seorang nabi sebagai pembimbing dari seluruh umat manusia. Nabi-nabi yang berbeda bisa datang untuk membimbing umat mereka masing-masing. Dan munculnya seorang nabi dari para pengikut Nabi Muhammad sendiri, dimana penolakan terhadap beliau membuat seseorang itu keluar dari Islam, adalah suatu pencederaan terhadap kehormatan yang agung dari Nabi Yang Dijanjikan dan bertentangan dengan panutan Islami. Kebesaran Muhammad dan kedigjayaan dakwahnya menuntut bahwa tak ada klaim yang lain yang muncul sesudah beliau yang penolakan terhadapnya bisa meruntuhkan persatuan dari persaudaraan Islam. Inilah apa yang sudah ditetapkan sejak terciptanya alam semesta ini, dan inilah yang semua nabi itu datang untuk menggenapinya. Bangunan kenabian telah lengkap dan tak ada ruang lagi untuk nabi yang baru.
Nubuatan yang akan kta bicarakan dalam buku ini dengan jelas mendukung doktrin akhir kenabian. Tidak hanya Quran Suci dan Sunnah Nabi Muhammad telah melukiskan akhir kenabian, tetapi bukti-bukti yang disepakati oleh semua nabi telah mengandung kenyataan bahwa Muhammad adalah yang terakhir dari para nabi dan setiap pengakuan sesudahnya adalah dusta dan kafir. Dia yang melangkah keluar dari janji suci tentang akhir kenabian sungguh akan jatuh menjadi mangsa ketidak-beragamaan dan penghujatan kepada Tuhan.

Comments (0)

Post a Comment