Twitter
RSS

WELCOME

Your PTC

PersianPTC.com

Nabi Yang Dijanjikan

"Dan tatkala Allah membuat perjanjian melalui para Nabi: Sesungguhnya apa yang Kami berikankepada kamu berupa Kitab dan Kebijaksanaan --lalu Utusan datang kepada kamu, membenarkan apa yang ada pada kamu, seharusnya kamu beriman kepadanya dan membantu dia. Ia berfirman: Apakah kamu membenarkan dan menerima perjanjian-Ku dalam (perkara) ini? Mereka berkata: Kami membenarkan. Ia berfirman: Maka saksikanlah dan Aku pun golongan yang menyaksikan bersama kamu" (Quran Suci 3:80).
Di samping dua kesaksian yang telah disebut di atas, masih ada kesaksian Tuhan yang mengagumkan lainnya yang merujuk kepada ayat ini. Suatu perjanjian telah diminta dari segala bangsa di dunia melalui nabi mereka masing-masing, bahwa pada saat nabi yang akan mengkonfirmasi kebenaran meraka dan mendukung dengan bukti atas Kitab-kitab Suci mereka itu datang, mereka harus menerimanya dengan tangan terbuka, dan memberikan segala bantuan sebisanya. Perjanjian nabi ini dicatat dalam Kitab-kitab Suci mereka berbentuk nubuat. Nabi Muhammad s.a.w. membawakan kebenaran yang unggul ini ke dunia, yang membuktikan mutlak perlunya agama itu dan kemudian menegakkannya di atas kaki-kaki yang teguh. Keadaan dimana kitab-kitab suci dunia ini diketemukan sekarang, sesungguhnya adalah suatu hal yang mengejutkan. Tak diragukan lagi bahwa naskah Kitab-kitab agung ini telah diberikan kepada para nabi jauh di masa lalu. Tak ada satu Kitab Suci pun dari suatu agama yang diketemukan dalam bentuk aslinya serta kesuci-murniannya pada saat datangnya Nabi Suci, bahkan hingga hari ini. Kitab-kitab semacam itu, karenanya, tidak dapat membuktikan kebenaran agama, bahkan, nabi mereka sendiri pun perlu dilacak kebenarannya. Sejumlah prasangka dan kesalahan riwayat telah muncul dari para nabi, Zarathustra, Ibrahim, Krishna dan Isa, sedemikian banyaknya sehingga mereka dipandang hanyalah sebagai tokoh fiktif belaka. Begitu besar perbedaan yang diketemukan menyangkut nama, tempat, dan periode dari nabi-nabi pra-sejarah ini, yang kehadirannya saja terkadang diragukan. Jadi, Nabi Suci telah meletakkan semua nabi-nabi ini beserta tugas berat mereka dengan mendukung kebenarannya. Sesungguhnya beliau telah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh Kitab atau para pengikutnya sekarang. Dengan cara ini, dengan bukti kolektif dari mereka semuanya, beliau juga menegakkan dan menjelaskan kebenaran dari agama. Dan dalam abad tanpa agama dan materialisme ini, suatu argumen yang lebih baik atas kebenaran agama sungguh sulit di dapatkan --suatu alasan dimana orang-orang bijak dan berfikir jernih dari segenap negeri bisa mufakat. Kami mengundang perhatian dari orang-orang dari segala aliran yang berfikiran adil atas kesaksian yang sangat penting lainnya semacam ini. Seperti halnya Nabi Suci yang menjamin kebenaran dari semua nabi di dunia, dan membuatnya wajib bagi seorang Muslim untuk beriman kepada mereka semuanya; dengan cara yang sama, segenap nabi di dunia ini menjamin kebenaran Nabi Suci, dan meminta para pengikutnya agar mengimani beliau. Tak seorangpun nabi yang sudah berlalu yang tidak memberikan berita gembira atas kedatangan Nabi Besar ini yang akan muncul sebagai yang terakhir dari semuanya. Fakta bahwa Muhammad menjamin kebenaran dari nabi-nabi pendahulunya, membentuk suatu landasan yang kuat bagi perdamaian antar bangsa serta persaudaraan umat manusia. Tetapi mengatakan bahwa semua nabi di dunia mengkonfirmasi kebenaran risalah Muhammad, tetap menjadi argumen yang lebih kuat, yang membuktikan kebenaran dan kesatuan dari segala agama. Masalah, bahwa beberapa nabi yang terakreditasi dari setiap bangsa atau iklim itu meramalkan kedatangan Nabi Suci patut mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari setiap pencari kebenaran. Muhammad adalah pembenar dari segenap nabi, dan doktrin ini, sebagaiamana kita katakan, adalah dasar dari perdamaian dan persahabatan seluruh dunia. Para nabi di dunia adalah pembenar dari Muhammad. Begitulah, ini membentuk sanggar suci dari dunia agama. Dia yang tetap bertahan tanpa wilayah suci ini akan segera jatuh menjadi mangsa hidup tanpa Tuhan dan tanpa agama.

Comments (0)

Post a Comment